Sat. Jul 2nd, 2022

Impor dalam Kegiatan Perdagangan Luar Negeri

Sering kita mendengar istilah aktivitas impor, barang impor, dan importir dalam kegiatan perdagangan luar negeri. Aktivitas mendatangkan barang dari luar negeri disebut dengan kegiatan impor. Sedangkan barang-barang yang didatangkan dari luar negeri lebih dikenal dengan barang impor. Selain barang, jasa seperti transportasi, asuransi, tenaga kerja asing juga diperhitungkan juga sebagai salah satu impor.

Pedagang baik orang ataupun lembaga yang melakukan aktivitas impor dikenal dengan importir. Keuntungan yang didapatkan dari kegiatan impor ini ialah harga barang yang dijual lebih terjangkau ketimbang harga barang maupun jasa yang sama dari produksi dalam negeri.

Alasan Kegiatan Impor

Beberapa alasan dimana orang, lembaga, maupun pemerintah melakukan kegiatan impor ialah:

  • Negara pengimpor tidak mampu memproduksi barang yang dibutuhkan. Hal ini terjadi karena tidak adanya bahan baku, tenaga ahli, SDA, dan alat yang mendukung. Sebagai contoh di Indonesia terutama wilayah Sulawesi Selatan kaya akan sumber daya alam berupa ikan. Hal ini menarik minat negara tetangga seperti Singapura untuk melakukan kegiatan impor. Pertumbuhan impor singapura cukup signifikan di bidang sumber daya alam terutama sumber daya alam hasil laut.
  • Biaya produksi sebuah barang di negara pengimpor lebih mahal sehingga lebih efisien untuk mendatangkan barang dari luar negeri. Contohnya: Indonesia sudah dibilang mampu memproduksi mobil sendiri, namun biaya yang dikeluarkan untuk membuat sebuah mobil bisa lebih mahal daripada mendatangkan mobil dari Jepang. Karena pertimbangan tersebut, Indonesia lebih memilih mendatangkan mobil dari Jepang daripada memproduksinya sendiri.
  • Negara pengimpor tidak mampu mencukupi permintaan barang dalam negeri sehingga perlu mendatangkan barang dari luar negeri untuk memenuhi permintaan tersebut. Contohnya: Indonesia sebagai agraris mampu menghasilkan bahan pangan seperti beras, jagung, sayuran, buah-buahan, kopi, teh, dan lain sebagainya. Namun di suatu saat, Indonesia tidak mampu memenuhi permintaan bahan pangan tersebut sehingga mengakibatkan Indonesia harus mendatangkan bahan pangan misalnya beras dari negara tetangga seperti Thailand.

Jenis Kegiatan Impor

Kegiatan impor terbagi menjadi dua jenis, yakni Full Container Load dan Less Than Container Load. Kedua jenis kegiatan impor akan dijelaskan sebagai berikut.

Full Container Load

Jenis pengiriman barang impor ini menggunakan sebuah container yang berisi barang-barang dari satu pengirim dan satu importir.

Less Than Container Load

Jenis pengiriman barang impor ini menggunakan sebuah container yang berisi barang-barang milik lebih dari satu pengirim namun bertujuan ke negara yang sama.

Dalam melakukan kegiatan impor suatu barang, kita pasti membutuhkan jasa pengiriman terutama jasa pengiriman luar negeri. Untuk dapat menghindari penipuan yang marak terjadi akhir-akhir ini, kalian harus lebih cermat dalam memilih jasa pengiriman luar negeri. Carilah jasa pengiriman luar negeri yang sudah lama dan memiliki catatan yang baik. Kalian dapat dengan mudah mendapatkan informasi mengenai jasa pengiriman melalui internet.

Komoditas Barang Impor untuk Indonesia

Sudah dijelaskan sekilas di atas mengenai beberapa barang maupun jasa yang diimpor untuk Indonesia. Mengutip dari Badan Pusat Statistik (BPS), adapun beberapa contoh lain barang komoditas impor Indonesia dari yang persentasi terkecil ke yang terbesar yaitu:

  • Kapal dan perahu
  • Produk-produk farmasi
  • Biji dan buah yang mengandung minyak
  • Gula
  • Perangkat fotografi, optik, medis, dan sinematografi
  • Sisa industry
  • Kendaraan dan bagian-bagiannya
  • Plastik dan barang-barang yang terbuat dari plastik
  • Mesin dan perlengkapan yang berhubungan dengan elektrik
  • Mesin dan peralatan mekanis

By admin