Sat. Jul 2nd, 2022

Sedang Mencari Tips Mengelola Dompet Digital? Ini 5 Poinnya!

Sumber : freepik.com

Penggunaan dompet digital rasanya sudah bukan barang asing baru masyarakat modern. Berbagai kemudahan dan fitur yang ditawarkan, benar-benar menjawab kebutuhan dan tantangan era kekinian. Tapi pernahkah Anda merasa pengeluaran Anda melalui e-wallet terasa sangat besar?

Masalah ini dialami oleh banyak orang, tak cuma Anda saja. Hal ini mungkin disebabkan karena kemudahan transaksi yang dilakukan dengan layanan dompet digital, sehingga Anda merasa lebih ‘ringan’ dalam melakukan pembayaran atau pembelian.

Nah, di sini akan kamu sajikan bagaimana tips mengelola dompet digital agar tidak terlalu boros dan banyak melakukan pengeluaran yang tidak terlalu diperlukan. Semoga bermanfaat, berikut tipsnya untuk Anda!

Yuk Tetapkan Batasan Penggunaan!

Sumber : freepik.com

Menentukan batas penggunaan secara periodik bisa jadi langkah pertama agar pengeluaran dari dompet digital Anda tidak terlalu besar. Artinya, pada awal bulan Anda bisa mengisi sejumlah saldo, katakanlah Rp500.000. Maka dalam satu bulan tersebut, Anda hanya bisa menggunakan saldo itu saja.

Tapi bukankah bebas saja akan mengisi berapa?

Memang, tapi untuk mengontrol jumlah pengeluaran dan menghindari pemborosan, Anda harus disiplin dalam menggunakan saldo e-wallet. Jangan sampai Anda terus melakukan pengisian dan beranggapan Anda selalu memiliki uang. Saldo yang terus diisi justru mendorong perilaku konsumtif.

Jadi tips pertama, adalah menetapkan batasan maksimal penggunaan untuk satu periode waktu tertentu dan konsisten menepatinya.

 

Jangan Gunakan Semua E-Wallet

Berbagai alasan muncul ketika banyak jenis e-wallet bersarang di smartphone Anda. Mulai dari adanya promo, kemudahan dalam transaksi, keleluasaan pembayaran, atau berbagai hal lainnya. Tapi tahukah Anda hal ini justru membuat Anda terdorong untuk terus melakukan pembelian dan pembayaran?

Perasaan memiliki keleluasaan dan mendapatkan keuntungan dari promo yang diberikan setiap e-wallet akan membuat Anda terus melakukan transaksi. Satu sisi Anda merasa diuntungkan, namun di sisi lain Anda terus melakukan pembayaran yang artinya meningkatkan pengeluaran Anda.

Jadi sebisa mungkin, pilih satu atau beberapa saja yang paling sering Anda gunakan. Siapa tahu hambatan pembayaran justru akan jadi pengontrol pengeluaran Anda.

 

Bukan Soal Promo Transaksi Dompet Digital

Sumber : freepik.com

Salah satu faktor besar yang meningkatkan perilaku konsumtif, selain memang fitur dan semua kemudahannya, adalah promo yang senantiasa ditawarkan. Mulai dari potongan harga, cashback, atau promo gratis pembelian, semua ditujukan agar Anda melakukan transaksi terus menerus.

Tapi pertanyaannya, apakah promo ini harus terus Anda gunakan? Apakah rugi jika tidak memanfaatkan promo yang diberikan ini?

Idealnya orang akan melakukan transaksi atau pembelian ketika ada kebutuhan yang harus dipenuhi. Namun tak sedikit orang yang kemudian terpancing untuk ‘memiliki’ kebutuhan mendadak saat ada promo. Tak pelak, orang tersebut justru akan melakukan pembelian yang sebenarnya tak diperlukan.

Bukan berarti memanfaatkan promo adalah hal yang salah. Namu yang harus diingat, promo yang digunakan juga idealnya sesuai dengan kebutuhan yang Anda miliki sehingga dapat meringankan beban, bukan menambahnya.

 

Fitur Pay Later, Kemudahan atau Justru Tanggungan Beban?

Ada salah satu fitur yang populer ditawarkan oleh dompet digital, disebut dengan pay later. Pada dasarnya fitur ini mengizinkan Anda menggunakan saldo pinjaman untuk melakukan transaksi, dengan tempo waktu pembayaran dan bunga yang sudah ditentukan oleh penyedia jasa.

Pada saat darurat, fitur ini memang sangat menggoda untuk digunakan. Tapi pada saat tidak ada kebutuhan yang mendesak, penggunaan fitur ini justru akan jadi senjata makan tuan. Anda akan memiliki utang yang harus dibayarkan ketika jatuh tempo, bersamaan dengan bunganya,

Oke, banyak di antara fitur pay later memberikan bunga 0% untuk cicilan dalam tempo tertentu. Tapi tetap saja, itu adalah hutang yang harus dibayarkan.

Saran kami, hindari penggunaan fitur yang satu ini, kecuali benar-benar sudah dipertimbangkan.

 

Catat, Review, Perbaiki

Sumber : freepik.com

Tidak hanya dalam bisnis, namun dalam pengelolaan dompet digital Anda juga wajib secara rutin melakukan pencatatan, kemudian review, dan memperbaiki apa-apa saja yang masih menjadi kelemahan atau titik pemborosan.

Ketika dilakukan secara reguler, Anda akan mendapati pengelolaan dompet digital yang jauh lebih rapi dan terorganisir. Memang bukan hal yang mudah untuk terus konsisten melakukan hal ini. Namun saat dilakukan dengan konsistensi dan kedisiplinan, maka Anda bisa mendapatkan data jelas terkait semua transaksi.

Dari sana, Anda bisa melihat apa saja yang membuat anggaran dompet digital ‘bocor’ atau berlebih. Ketika terjadi penghematan, Anda juga bisa mempelajari polanya sehingga diterapkan ke bulan-bulan berikutnya.

Well itu tadi sedikit tips untuk mengelola penggunaan dompet digital dengan ideal. Apakah ada dari tips di atas yang sudah Anda praktekkan dan menunjukkan hasil positif? Anda bisa bagikan di kolom komentar.

Serupa dengan pengelolaan keuangan pribadi dengan dompet digital, Anda juga wajib memiliki pengelolaan transaksi yang baik untuk bisnis Anda. Menyediakan kanal pembayaran yang luas dan beragam, Jokul by DOKU siap jadi partner bisnis Anda. Selain memberikan kemudahan untuk pelanggan, Anda juga akan menikmati kemudahan pembukuan dengan pencatatan yang detail. Kunjungi situs resminya sekarang, dan gunakan Jokul sebagai layanan pengelola transaksi online Anda!

By admin